Goresan Pena Ayu

Sederhana, (Mencoba) Mengena dan Bermakna

Cerita Itikaf 1435 H: 13 Jam di Masjid Ukhuwah Islamiyah Juli 27, 2014

Filed under: catatan harian,Hikmah — ayunp @ 4:01 am
Tags: , , , ,
Foto: Abiyyah

Photo by: Abiyyah

Satu kata yang patut diucapkan: Alhamdulillah. Kenapa? Karena adik-adik ini begitu bersemangat untuk menunaikan sunnah Rasul yang mulai ditinggalkan di akhir bulan Ramadhan. Apa sunnah Rasul itu? Tentu saja Itikaf.

Itu semangat bagi yang bisa hadir. Bagaimana yang tidak bisa? Mereka juga bersemangat dengan menunjukkan ‘kesedihannya’ karena tidak bisa hadir akibat datangnya tamu bulanan. Sampai-sampai mereka harus dihibur begini, “Insya Allah udah dicatet pahalanya.Kan udah niat mau ikut itikaf…”

Qadarulloh, itikaf itu berlangsung juga di Masjid Ukhuwah Islamiyah, Depok pada 24-25 Ramadhan 1435 H. Waktunya cukup singkat, sekitar 13 jam, tapi meninggalkan kesan yang mendalam.

Ada silaturahim dengan saudari yang awalnya hanya bertemu lewat dunia maya. Ada juga ‘kopdar’ dengan adik kelas yang sudah lama tak bertatap muka. Ifthar bersama di tengah hujan lebat. Salat tarawih dan salat tahajjud yang singkat dengan imam yang fasih melantukan juz-juz akhir Alquran. Berjaga sampai larut untuk menyelesaikan lembar demi lembar tilawah, sampai-sampai ada yang tertidur dengan tangan masih menggenggam erat  mushafnya. Sahur lebih awal dengan menu sederhana. Salat subuh ditemani Surat AlMulk. Dan kajian subuh yang temanya ‘anti mainstream’, tentang kondisi Gaza, penjara terbesar di dunia. Sampai-sampai, penyampai kajian meneteskan air matanya karena teringat dengan nasib anak-anak Gaza yang pernah dijumpainya empat tahun silam.

Selain itu, ada juga tiga sesi kajian yang kalau dihubungkan akan saling berkaitan satu sama lain. Sesi pertama,  kajian sebelum tarawih tentang peran manusia sebagai hamba Allah dan khalifah dalam membangun peradaban. Sesi kedua, kajian itikaf tentang bagaimana para khulafaur rasyidin membangun peradaban sepeninggal Rasulullah. Sesi ketiga, kajian subuh tentang bagian dari peradaban yang harus diselamatkan: Gaza di Palestina.

Dan akhirnya, ada narasi besar yang menjadi benang merah dari itikaf kali ini: Membangun peradaban Islam dan menyelamatkan Palestina adalah dua perkara penting yang tak bisa dipisahkan.

Iklan
 

Antara Senyum, Sayang, dan Nama Panjang Maret 31, 2013

Filed under: catatan harian,cerita da'wah sekolah — ayunp @ 2:40 pm
Tags: ,

Nama, sebuah rangkaian huruf penuh makna yang menjadi pengikat perkenalan antara dua insan. Dengan nama, seorang insan telah memperoleh identitas diri. Dengan nama, seorang insan tak akan asing bergaul dengan insan lain. Lebih jauh, dengan nama, seorang insan bahkan dapat menyentuh hati insan lain.

Pernah dengar kisah Hasan al Banna, seorang da’i asal Mesir yang hilir mudik menyeru manusia, mulai dari warung kopi hingga pelosok kampung? Salah satu kehebatannya adalah mampu menghafal nama objek dakwahnya dengan baik hingga membuat mereka terperangah. Pernah tahu kisah seorang guru agama di sebuah sekolah menengah atas? Beliau mampu menghafal seluruh nama murid di kelas yang diajarnya dan kemudian menyebut nama-nama itu di setiap munajat malamnya secara berurut!

Itulah ajaibnya sebuah nama yang dihafal dan diucapkan dengan sepenuh hati. Tersenyumkah bibir ini jika bertemu dengan para penghafal dan pengucap nama-nama itu?

Hampir satu tahun ini, saya diamanahkan untuk mengisi mentoring keislaman adik-adik kelas saya di  sebuah sekolah menengah atas yang terletak di selatan Jakarta. Jarak umur saya dengan adik-adik itu cukup jauh, kurang lebih delapan tahun. Oleh karena itu, saya harus pandai-pandai ‘merebut’ hati mereka. Langkah pertama yang saya lakukan adalah  mulai menghafal nama panggilan mereka satu per satu  ketika pertama kali bertemu. Agar ingat, saya langsung menggunakan nama-nama itu untuk memanggil mereka. Selain itu, saya juga membaca biodata mereka. Satu hal yang saya perhatikan dalam biodata itu adalah nama panjang mereka. Setelah itu, saya mulai menghafal nama panjang mereka masing-masing.

Berkaitan dengan nama-nama itu, ada sebuah peristiwa yang sangat berkesan bagi saya. Suatu hari, ketika mentoring belum dimulai, saya secara spontan memanggil satu per satu mereka yang telah hadir dengan nama panjangnya masing-masing. Hal ini saya lakukan tanpa rencana sebelumnya dan bertujuan untuk mencairkan suasanan saja agar terasa lebih akrab. Ternyata, ‘keisengan’ saya ini sepertinya menimbulkan kesan di hati mereka. Setelah selesai saya menyebutkan nama mereka semua, ada seorang adik yang bertanya, “Kakak, sayang ya sama kita?” Dengan tersipu malu, saya tersenyum simpul sembari berkata,”Iya Dik, Kakak sayang kalian…” Saat itu, saya merasa lega. Mereka semua akhirnya ikut tersenyum juga.

Subhanallah, dengan menghafal nama, senyum itu hadir dan sayang itu terungkap dalam kata.

Terima kasih adik-adikku, semoga senyum dan sayang kita abadi…

*seperti dituliskan untuk Lomba Menulis ‘Senyum Simpul’ Majalah Ummi

 

Rahasia Maret 1, 2013

Filed under: Hikmah — ayunp @ 4:18 pm
Tags: ,

Di era keterbukaan ini, ternyata masih ada yang harus disimpan. Apa itu? R.A.H.A.S.I.A!

Rahasia siapa? Rahasia negara? Rahasia perusahaan? Rahasia dagang? Rahasia apa?

Tak perlu melanglang buana ke situ.

Ini rahasia terdekatmu. Mungkin jaraknya hanya sejengkal dari telingamu. Mungkin panjangnya lebih sedikit dari kicauanmu.

Rahasia apa itu?

Ya benar! Itulah rahasia saudaramu yang ia ceritakan padamu.

Mengapa menjadi rahasia? Bisa jadi di dalamnya ada keburukan atau aib yang tersimpan. Makanya hanya cukup dua manusia yang tahu, dirimu dan dirinya.

Tergoda untuk membuka rahasia itu? Sekali-kali jangan…

Apa sebabnya?

Percaya atau tidak, Tuhan pencipta semesta akan membalas perbuatanmu yang menutup rahasia itu. Balasannya tak tanggung-tanggung. DIA kelak akan menutup rahasia-rahasiamu (baca:aib) pada hari dimana matahari hanya berjarak sejengkal!

Masihkah tergoda? Semoga dirimu bisa bersabar…