Goresan Pena Ayu

Sederhana, (Mencoba) Mengena dan Bermakna

Mengamati Perilaku Berhukum Petugas Rumah Sakit Maret 9, 2018

Filed under: hukum — ayunp @ 7:05 am
Tags: , ,

Setelah berkunjung ke beberapa rumah sakit, saya menemukan hal yang cukup menarik, yaitu bagaimana perilaku berhukum petugas yang ada di sana, baik petugas medis maupun petugas nonmedis. Ada dua perilaku yang saya temui dan keduanya  berkaitan dengan bagaimana cara petugas tersebut  dalam menerapkan aturan yang berlaku.

Untuk perilaku pertama, saya  sendiri yang mengalaminya. Ceritanya begini, suatu hari saya dan kakak  menemani ibu untuk menjenguk kawannya yang sedang dirawat di ICU sebuah rumah sakit internasional. Ketika kami sampai di sana sekitar pukul dua siang, ternyata jam besuk di ICU sudah habis.  Sesuai aturan yang berlaku di ICU, jam besuk pada sore hari baru dimulai pukul empat. Awalnya, kami memutuskan untuk pulang saja, tidak jadi menjenguk. Namun, ibu saya sempat memberitahukan kepada perawat yang bertugas di sana bahwa rumah kami jauh dari rumah sakit dan agak sulit apabila harus menunggu sampai jam besuk berikutnya. Akhirnya, dengan kebijaksanaan perawat itu, ibu saya tetap diperbolehkan untuk menjenguk di luar jam besuk, dengan syarat lamanya hanya lima belas menit dan  masuk sendiri ke ruang ICU tanpa ditemani saya dan kakak.

Untuk perilaku kedua, saya mendapatkan cerita dari orang lain, yaitu dari seorang ibu yang sama-sama mengantre dengan saya di sebuah poliklinik rumah sakit umum daerah. Dengan semangat, ibu itu bercerita,

“Mbak, kasihan deh. Kemarin ada anak muda yang harus ambil antrean (pendaftaran) dari awal lagi. Dia nggak dilayanin  cuma gara-gara kelewat satu nomor! Dia harusnya nomor 50. Tapi karena dia capek dan ketiduran, jadi kelewat deh. Dia baru bangun pas nomor 51 dipanggil.”

“Akhirnya gimana, Bu?” selidik saya.

“Anak itu ngambil nomor lagi, Mbak. Jadinya dapat nomor 102. Akhirnya dia pulang karena udah nggak sabar…”

Dengan nada prihatin, ibu itu berujar lagi pada saya,

Mbok ya bijak sedikit. Kalau kelewatnya banyak, ya iyalah disuruh ambil nomor antrean lagi. Nah, ini cuma kelewat satu! Tapi, kata petugasnya, udah seperti itu aturannya…”

Saya cuma bisa mengelus dada setelah mengetahu bahwa ternyata anak muda itu sudah ada di rumah sakit sejak pagi buta. Ya, mungkin dia lelah sehingga nomor antreannya bisa terlewat…

Begitulah situasinya. Ada petugas yang luwes terhadap pemberlakuan aturan. Ada pula yang sebaliknya. Akhirnya, mungkin adagium ini yang sebaiknya diterapkan para petugas di rumah sakit, ‘Luwes tetapi tidak kebablasan, kaku tetapi tetap bijak.

pernah ditulis di http://www.hukumpedia.com/novayunov/mengamati-perilaku-berhukum-petugas-rumah-sakit

 

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s