Goresan Pena Ayu

Sederhana, (Mencoba) Mengena dan Bermakna

Haruskah Khawatir dengan Pemberlakuan Hukum Pidana Islam? Maret 9, 2018

Filed under: hukum — ayunp @ 7:39 am
Tags: , , ,

Kekhawatiran terhadap pemberlakuan hukum pidana Islam ternyata masih ada hingga saat ini. Keputusan Negara Brunei Darussalam pada bulan Mei 2014 ini untuk menerapkan hukum pidana Islam, tetap saja menimbulkan kekhawatiran. Misalnya, PBB khawatir pemberlakuan hukum pidana Islam di Brunei Darussalam sangat berpotensi melanggar hak asasi manusia. Ya, hukum pidana Islam terhadap kejahatan-kejahatan yang sangat berat, misalnya zina dan mencuri, sepintas terlihat keras dan terkesan tak manusiawi. Orang yang berzina akan didera atau dirajam. Orang yang mencuri, jika mencukupi syarat-syarat kejahatan, maka akan dihukum potong tangan. Yang menjadi pertanyaan, apakah bentuk hukuman tersebut menjadi bukti bahwa hukum pidana Islam tidak menjunjung tinggi hak asasi manusia?

Hukum pidana Islam memang memiliki karakteristik yang berbeda dengan hukum positif. Secara sederhana, hukum pidana Islam bukanlah hukum yang ‘sekuler’ seperti hukum pidana positif. Hukum pidana Islam  bersumber dari pencipta alam semesta, Allah Subhanahu Wa Ta’ala, sebagai Maha Pembuat Hukum yang bersifat Mahaadil. Sedangkan hukum pidana positif, tidak sepenuhnya bersumber dari pencipta alam semesta. Selain itu, hukum pidana Islam bukanlah hukum yang berdampak duniawi an sich. Ia juga berdampak pada kehidupan setelah dunia yang sifatnya kekal abadi (akhirat). Sedangkan hukum positif hanya terkesan ‘sekali selesai’ di dunia ini, tak ada dampak apa-apa pada kehidupan setelah dunia berakhir.

Hukum pidana Islam memang terkesan tidak ramah. Namun sejatinya ia dapat membersihkan jiwa pelaku kejahatan. Ia juga dapat ‘menghapus’ hukuman yang dahsyat di Mahkamah Akhirat kelak karena hukuman yang notabene amat berat telah didahulukan di dunia. Sebagai contoh, pelaku kejahatan zina akan dihukum Allah  dengan hukuman yang sangat berat di akhirat nanti.Jika pelaku tersebut dihukum rajam dan dia sabar menjalaninya, maka Allah akan mengampuni kejahatannya itu. Silakan disimak hadits dari Rasulullah SAW berikut ini agar bisa mendapatkan gambaran yang lebih jelas.

Dari Abu Nujaid yaitu lmranbin Hushain al-Khuza’i ra bahwa ada seorang wanita dari suku Juhainah mendatangi Rasulullah saw. dan ia sedang dalam keadaan hamil karena perbuatan zina. Kemudian ia berkata: Ya Rasulullah, aku telah melakukan sesuatu perbuatan yang harus dikenakan had -hukuman- maka tegakkanlah had itu atas diriku. Nabi saw. lalu memanggil wali wanita itu lalu bersabda:

Berbuat baiklah kepada wanita ini dan apabila telah melahirkan, maka datanglah padaku dengan membawanya. Wali tersebut melakukan apa yang diperintahkan.Lalu Beliau saw. memerintahkan untuk memberi hukuman, wanita itu diikatlah pada pakaiannya, kemudian dirajam. Selanjutnya Beliau saw. menshalati jenazahnya.

Umar berkata pada beliau: Apakah engkau menshalati jenazahnya, ya Rasulullah, sedangkan ia telah berzina? Beliau saw. bersabda:Ia telah bertaubat, seandainya taubatnya itu dibagikan kepada tujuh puluh orang dari penduduk Madinah, pasti mencukupi. Apakah kamu menjumpai sesuatu yang lebih utama daripada seseorang yang mengorbankan dirinya untuk Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Agung. (HR Muslim)

Dalam hukum pidana Islam, kejahatan-kejahatan yang extraordinary, yaitu zina, qadzaf (menuduh orang berzina), mencuri, merampok, murtad (keluar dari Islam) serta membunuh dan menganiaya, memang diberikan sanksi yang sangat berat, sesuai dengan yang digariskan Sang Maha Pembuat Hukum. Lho, kalau begitu, berarti hukum pidana Islam sangat kaku? Tentu tidak, karena hakim sebenarnya diberi kebebasan untuk menetapkan sanksi, dengan syarat sanksi tersebut belum ditentukan secara eksplisit olehNya. Dalam menentukan sanksi tersebut, hakim tidak boleh mendasarkannya pada hawa nafsu, namun harus memperhatikan besarnya kejahatan, situasi, kadarmudharat serta kondisi pelaku kejahatan (Zaidan, 2008 ).

Dicap melanggar hak asasi manusia ataupun tidak, hukum pidana Islam tetaplah hukum yang adil karena berasal dari pencipta alam semesta yang Maha Mengetahui keadaan setiap makhlukNya. Masih ada rasa khawatir? Semoga sedikit berkurang atau malah hilang sama sekali…

 

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s