Goresan Pena Ayu

Sederhana, (Mencoba) Mengena dan Bermakna

Indahnya Lingkaran Itu… April 20, 2015

Filed under: Hikmah,yang bagus — ayunp @ 3:01 pm
Tags: , , ,

Di tempat inilah disambung keteladanan sejarah. Di forum seperti yang dicontohkan para sahabat di atas, para ghuraba (orang-orang terasing) masa kini mewujudkan sabada Nabi bahwa mu’min itu cermin bagi mu’min yang lain. Mereka saling bercermin diri, tentang shalat malam dan puasa sunnahnya. Semangatnya tergugah mendengar yang lain menyalip amal-amalnya.

Mereka saling menyebutkan kabar gembira sampai semua merasa bahagia mendengar salah seorang sahabatnya mendapat nilai A. Mereka saling berbagi agar masalah tak terasa sendiri dihadapi. Ada yang bercerita tentang amanah-amanah dakwahnya yang katanya semakin mengasyikkan, atau semakin menantang. Yang berkeluasan rizki membawakan pisang goreng yang tadi pagi dibuat ibunya atau mangga yang dipetik dari halaman rumahnya.

Sesekali mereka ganti setting forumnya, dengan mabit (menginap) agar bisa lebih panjang bercengkerama. Lalu mereka dirikan Qiyamullail bersama. Pernah juga mereka rihlah (berwisata). Mereka bertemu di tempat rekreasi yang sepi, mengingat Ilahi dan mengagumi ciptaanNya. Mereka berdiskusi disaksikan air terjun, punggung bukit bercemara, hutan berlembah yang menawan, atau pasir pantai memutih diterpa gelombang.
Tentu saja yang jauh lebih utama, mereka mengingat Allah dalam sebuah kumpulan, agar Allah mengingat mereka dalam kumpulan yang lebih baik. Mereka baca kitabullah, mereka kupas isinya, mereka dapati bahwa Al Qur’an menyuruh mereka bersaudara dalam cinta dan mentauhidkan Allah Subhanallahu Wa Ta’ala. Tidak ada tekad ketika bubar dan saling bersalaman mendoakan, selain agar yang mereka bahas menjadi amal kenyataan.
“Tidaklah suatu kaum berjumpa di suatu rumah dari rumah-rumah Allah, mereka membaca kitabullah, dan mempelajari di antara mereka, kecuali ketenangan turun kepada mereka, rahmat meliputi majelisnya, Malaikat menaungi mereka, dan Allah menyebut-nyebut mereka dengan bangga di depan malaikat-malaikat yang ada di sisi-Nya” (HR.Muslim, dari Abu Hurairah)

Di sana kita bisa jumpai wajah saudara yang jenaka, yang pendiam, dan yang tampak lelah karena banyak amanah. Tapi Subhanallah…ini adalah cahaya yang bergetar di antara mereka. Ia bergetar untuk menjadi refleksi jiwa, percepatan perbaikan diri dan perbaikan ummat dalam medium atmosfer cinta. Maka tepatlah jika forum seperti ini disebut sebagai Getar Cahaya di Atmosfer Cinta.

Bahkan ketika suatu waktu anda yang belum pernah mengikuti forum ini tidak sengaja menemui mereka sedang ada di masjid kampus atau masjid kampung, mushola sekolah atau rumah seorang ustadz , lalu anda bergabung dengan niat serta keperluan yang lain atau mungkin kerena iseng saja, Insya Allah anda tidakkan kecewa.
“… Seorang malaikat berkata, “Rabbi di majelis itu ada orang yang bukan dari golongan majelis itu. Allah berfirman, “Mereka adalah ahli majelis yang tiada akan kecewa siapa pun yang duduk mem-bersamainya!” (Potongan hadits Mutaffaq ‘Alaih, dari Abu Hurairah, lihat Riyadhush Shalihin Bab Keutamaan Lingkaran Majelis Dikir)

Maka demi Allah, apa yang anda tunggu? Perkenalkan diri anda pada mereka sejelas-jelasnya. Katakan, anda ingin bergabung dengan pertemuan pekanan mereka. Kalau majelis itu sudah terlalu sesak, lalu efektifitasnya drop, pengasuh majelis itu Insya Allah akan mencarikan majelis lain yang indah untuk anda. Kalau di kampus anda ada kegiatan bernama Mentoring maka bergabunglah. Setelah itu, bisa jadi Allah akan menguji anda, mungkin dengan perasaan bawah majelis ini tidak seperti yang anda harapkan, maka bersabarlah…

Mungkin kadang kita tak merasakan nikmatnya majelis kebersamaan ini. Padahal orang lain akan melihat kita berubah dan semakin buruk saat kita berhenti menghadirinya untuk waktu yang cukup lama. Memang, ia hanya sepekan sekali. Tetapi bagaimanapun kita tahu, majelis ini adalah majelis ‘ilmu dan dzikir yang tak berhenti sampai bubarnya lingkaran. Ketika mereka menutup pertemuan dan pergi untuk keperluan masing-masing, lingkaran itu hanya melebar. Ia melebar seluas aktivitas mereka.
Source:Nikmatnya Pacaran Setelah Pernikahan, Salim A. Fillah

Iklan
 

One Response to “Indahnya Lingkaran Itu…”

  1. nice article.
    silahkan kunjungi blog saya dan tinggalkan komentar 🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s